Sedikit tentang para pemikir Yunani

Kebudayaan Yunani purba berkembang pesat sebelum kontak dengan kebudayaan asing yang berasal dari Mesir, India dan lain-lainnya. Pada suatu titik masa, hal ini telah memicu perkembangan filsafat dan agama.

Budaya bangsa Yunani merupakan salah satu dari kebudayaan awal yang berjalan bersamaan dengan kebudayaan bangsa Mesir, Persia dan India, dimana manusia sudah mulai berfikir tentang kehidupan, perilaku, keyakinan, kehidupan setelah kematian dan tentang alam semesta dimana mereka eksis bersama dengan para pengisi alam lainnya.

Metode Socrates

Tujuan filosofi Socrates ialah mencari kebenaran yang berlaku untuk selama-lamanya. Socrates berpendapat, bahwa kebenaran itu tetap dan harus dicari.
Dalam mencari kebenaran Socrates menggunakan  jalan  tanya jawab dengan orang lain. Socrates memulai pertanyaanya dengan kata  tanya: apa itu? Apa yang dikatakan berani, apa yang disebut indah, apa yang bernama adil? Pertanyaan tentang  ‘apa itu’ menurutnya harus lebih dahulu daripada ‘apa sebab’. Tanya jawab, yang dilakukan secara meningkat dan mendalam, melahirkan pikiran yang kritis. Oleh karena Socrates mencari kebenaran yang tetap dengan tanya-jawab sana dan sini, yang kemudian dibulatkan dengan pengertian, maka bisa dikatakan metode yang digunakan yaitu  metode induksi dan definisi, induksi menjadi dasar definisi. Untuk mencapai sebuah pengertian, dengan metode induksi beliau bertanya dan membandingkan secara kritis. Kemudian pengertian yang diperoleh itu diujikan kepada beberapa keadaan atau kejadian yang nyata. Apabila dalam pengertian tidak mencukupi, maka dari ujian itu pengertian dicari perbaikan definisi. Definisi yang tercapai diuji sekali lagi untuk mencapai perbaikan yang lebih sempurna. Demikianlah seterusnya sehingga dengan pengetahuan yang berdasarkan pengertian itu tercipta budi.

Metode plato

Sebagaimana Socrates, Plato selalu mengadakan percakapan dengan warga Athena untuk menuliskan pikiran-pikirannya. Hanya saja untuk plato metode berfikirnya sudah menggunakan metode ilmiah, beliau menekankan pada kajian ilmiah bukan sekedar retorika. Platolah yang pertama kali membuat jalur metode ilmiah, bahwasanya sains adalah proses yang menghasilkan sikap.

Metode dari Socrates dan Plato memiliki pengaruh terhadap perkembangan nalar dan sains, hal ini dikarenakan ajarnya mampu membuat pengikutnya untuk berfikir kritis mengenai persoalan khususnya alam dan dari persoalan-persoalan yang ada dicari jawabannya menggunakan metode ilmiah, sehingga hasilnya dapat dipertanggungjawabkan

Pernyataan hukum gerak aristoteles:

Aristoteles mempelajari dan membagi gerak menjadi dua; gerak spontan dan gerak karena kekerasan. Gerak spontan  yang diartikan sebagai perubahan secara umum dikelompokkan menjadi gerak subsitusional yakni sesuatu menjadi sesuatu yang lain seperti seekor anjing mati dan gerak aksidental yakni perubahan yang menyangkut salah satu aspek saja. Gerak aksidental ini berlangsung melalui tiga cara; yaitu gerak lokal seperti meja pindah dari satu tempat ke tempat lain, gerak kualitatif seperti daun hijau menjadi kuning, dan gerak kuantitatif seperti pohon tumbuh membesar. Dalam setiap gerak ada 1) keadaan terdahulu, 2) keadaan baru, dan 3) substratum yang tetap. Sebagai contoh air dingin menjadi panas; dengan dingin sebagai keadaan terlebih dahulu, panas sebagai keadaan baru dan air sebagai substratum.

Karya aristoteles:

Penyelidikan tentang teori logika.

Aristoteles dipandang selaku pendiri cabang filosofi. Hal ini sebetulnya berkat sifat logis dari cara berfikir Aristoteles yang memungkinkannya mampu mempersembahkan begitu banyak bidang ilmu. Beliau punya bakat mengatur cara berfikir, merumuskan kaidah dan jenis-jenisnya yang kemudian jadi dasar berpikir di banyak bidang ilmu pengetahuan. Dalam pemikirannya, beliau juga tidak pernah mengkaitkan kedalam ilmu mistis. Aristoteles senantiasa bersiteguh mengutarakan pendapat-pendapat praktis.

Tokok sains pada masa Alexandria:

Archimedes terkenal dengan teorinya tentang hubungan antara permukaan dan volume dari sebuah bola terhadap selinder. Dia juga dikenal dengan teori dan rumus dari prinsip hydrostatik dan peralatan untuk menaikkan air ‘Archimedes Screw’ atau sekrup Archimedes, yang sampai sekarang masih banyak digunakan di negara-negara berkembang. Walaupun pengungkit atau ungkitan telah ditemukan jauh sebelum Archimedes lahir, Archimedes yang mengembangkan teori untuk menghitung beban yang dibutuhkan untuk pengungkit tersebut. Archimedes juga digolongkan sebagai salah satu ahli matematika kuno dan merupakan yang terbaik dan terbesar di jamannya. Perhitungan dari Archimedes yang akurat tentang lengkungan bola di jadikan konstanta matematika untuk Pi atau π . Kisah tentang Archimedes yang banyak diceritakan oleh orang adalah kisah saat Archimedes menemukan cara dan rumus untuk menghitung volume benda yang tidak mempunyai bentuk baku. Menurut kisah tersebut, sebuah mahkota untuk raja Hiero II telah dibuat dan raja memerintahkan Archimedes untuk memeriksa apakah mahkota tersebut benar-benar terbuat dari emas murni ataukah mengandung tambahan perak. Saat Archimedes berendam dalam bak mandinya, dia melihat bahwa air dalam bak mandinya tertumpah keluar sebanding dengan besar tubuhnya. Archimedes menyadari bahwa efek inilah yang dapat digunakan untuk menghitung volume dan isi dari mahkota tersebut.

About annauzuma
sangd suka dengan lagu u'R Call-2ndhan serenade^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: